NGABEYAN – Menyongsong delapan dekade kemerdekaan Republik Indonesia, Desa Ngabeyan bertransformasi menjadi lautan semangat dan warna. Perayaan HUT RI ke-80 tahun ini terasa istimewa, bukan hanya karena angka bulatnya, tetapi karena kehadiran tamu kehormatan, Bapak Bupati, yang turut menyaksikan langsung geliat kerukunan warga.
Rangkaian acara yang disusun apik oleh panitia desa berhasil menyatukan ribuan warga dalam semangat gotong royong dan kegembiraan.
1. Kompetisi Hijau: Lomba Kebersihan Antar Dukuh
Rangkaian acara dimulai sejak awal Agustus dengan Lomba Kebersihan dan Keasrian Antar Dukuh. Jauh dari kesan sekadar "beberes", perlombaan ini menjadi ajang kreativitas warga dalam mengolah limbah dan mempercantik lingkungan.
2. Karnaval Desa: Panggung Budaya dan Kreativitas
Puncak kemeriahan pecah saat Karnaval Desa Ngabeyan digelar. Ribuan warga tumpah ruah ke jalan utama, menampilkan pawai yang mencerminkan kekayaan budaya lokal dan optimisme masa depan.
Mulai dari barisan kostum karnaval berbahan daur ulang yang megah, replika alutsista karya pemuda karang taruna, hingga pementasan seni tradisional yang dibawakan oleh generasi Z. Musik perjuangan yang berpadu dengan ketukan ritmis perkusi warga menciptakan atmosfer yang membangkitkan bulu kuduk.
3. Kehadiran Bapak Bupati: Simbol Kedekatan Pemimpin
Suasana semakin khidmat sekaligus meriah saat Bapak Bupati Hamenang Wajar Ismoyo S.I Kom hadir di tengah-tengah warga. Kehadiran beliau tidak hanya untuk menyerahkan piala kepada pemenang lomba, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi atas kemandirian Desa Ngabeyan.
Harapan di Usia Ke-80
Kepala Desa Ngabeyan menutup rangkaian acara dengan ucapan syukur. Beliau berharap momentum ini tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi menjadi pemantik bagi warga untuk terus berinovasi demi kesejahteraan bersama.
Perayaan HUT RI ke-80 di Desa Ngabeyan adalah bukti bahwa meski zaman terus berubah, jiwa "Merdeka!" tetap membara di sanubari setiap warga.
Kirim Komentar